Psalm for the Day

Kamis, 27 Januari 2011

Paku penyaliban Yesus ditemukan


Paku dari Penyaliban Yesus Kristus Ditemukan???.. 




The nail thought used in crucifixions
Paku dari Penyaliban Yesus Kristus Ditemukan??? ..  Sebuah paku dari masa sekitar penyaliban Yesus ditemukan di sebuah benteng terpencil yang diyakini merupakan tempat yang pernah ditinggali Knights Templar (Para Kesatria Suci). Paku sepanjang empat inci itu, sebagaimana dilansir Telegraph, Selasa (2/3/2010), diduga merupakan satu dari ribuan paku yang digunakan dalam penyaliban pada masa Kekaisaran Roma. Para ahli arkeologi yakin bahwa paku itu berasal dari abad pertama atau kedua Masehi.
Paku itu ditemukan musim panas lalu dalam sebuah kotak yang dihiasi di sebuah benteng di pulau kecil di Ilheu de Pontinha, di lepas pantai Madeira, daerah otonom dalam wilayah Portugal di Samudra Atlantik. Pontinha diduga dikuasai Knights Templar, ordo keagamaan yang merupakan bagian dari pasukan Kristen yang menduduki Jerusalem selama Perang Salib pada abad ke-12.
Bryn Walters, seorang arkeolog, mengatakan, kondisi paku besi itu menunjukkan bahwa paku tersebut telah ditangani dengan perawatan sangat ekstra, seakan itu adalah sebuah relikui atau pusaka. “Paku itu berasal dari sekitar abad pertama hingga kedua,” katanya kepada Daily Mirror.
Jika sementara orang berharap permukaan paku itu berbintik dan kasar, dia mengatakan, paku yang ini permukaannya mulus. Hal itu menunjukkan bahwa banyak orang telah menangani paku itu selama berabad-abad dengan cairan asam di tangan mereka sehingga memberinya “sentuhan yang istimewa”.
Christopher Macklin dari Knights Templar Inggris mengatakan, temuan itu merupakan sesuatu yang “sangat penting”. Menurut dia, para Knights Templar awal mungkin mengira paku itu merupakan salah satu paku yang digunakan dalam penyaliban Yesus. Paku itu ditemukan bersama dengan tiga kerangka tulang dan tiga pedang. Salah satu pedang itu memiliki gambar salib Knights Templar.

Bahasa di sorga

Kalau sekarang di dunia yang menjadi bahasa dunia adalah Bahasa Inggris. Kemudian di dunia Islam sendiri bahasa persatuan boleh dikatakan adalah Bahasa Arab. Orasng-orang China di seluruh dunia masih tetap mempertahankan bahasa mereka untuk mempersatukan mereka yang tersebar di seluruh dunia.

Sekarang ini, kita perlu mencermati bahasa yang sorga pakai nantinya. Sejak zaman dulu boleh jadi bangsa Israel atau Yahudi sekarang menganggap bahwa Bahasa mereka yang akan dipakai nanti di sorga, karena di dalam Alkitab sendiri bahasa aslinya adalah bahasa Ibrani (untuk Perjanjian Lama). Orang Grika juga berbangga karena bahasa Yunani dipakai sebagai Kitab Perjanjian Baru.

Lebih lanjut tentang: Bahasa yang dipergunakan di Surga.

Sabtu, 22 Januari 2011

Naskah Laut mati beredar di Internet


TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Naskah Laut Mati atau Dead Sea Scrolls, naskah yang disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting dalam sejarah manusia, akan segera bisa dinikmati secara online melalui internet.

Baru-baru ini, otoritas benda antik Israel (Israel Antiquities Authority/ IAA) telah menunjuk Google untuk mendigitalisasi kumpulan naskah laut mati.

"Ini adalah penemuan terpenting di abad 20, dan kita bisa menyebarkannya dengan teknologi yang paling canggih di abad yang akan datang," kata Project Director IAA, Pnina Shor seperti diberitakan dari Discovery.com.

Konservasi terhadap manuskrip-manuskrip kuno ini memang menjadi perhatian IAA sejak lama. Perawatan yang kurang optimal serta praktek-praktek display yang dilakukan pada dekade-dekade terakhir, telah menyebabkan konsekuensi 'bencana' bagi kelestarian naskah ini, kata Shor. Oleh karenanya, IAA memutuskan untuk menyediakan rekaman gambar manuskrip yang bisa mencegah degradasi lebih lanjut. Naskah ini dikhawatirkan tak tahan lagi untuk difoto, karena paparan cahaya dan udara bisa berakibat fatal terhadap naskah-naskah itu.

Oleh karenanya proyek beranggaran US$3,5 juta (Rp 31,25 miliar) itu, akan menggunakan teknologi pencitraan multi-spektral dan pemindaian infra-merah yang dikembangkan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk menyalin naskah-naskah itu ke dalam bentuk digital dengan kualitas render terjernih.

Artefak-artefak itu sendiri kini berada di Museum Israel di Yerusalem. Saat tidak diperlihatkan, artefak itu disimpan di tempat yang gelap, serta ruang penyimpanan dengan suhu, kelembaban, dan cahaya yang dikondisikan persis seperti kondisi di tempat di mana naskah ini ditemukan.

Seluruh Naskah Laut Mati sebenarnya sudah diabadikan melalui foto sejak tahun 1950-an. Namun, akses terhadap foto-foto dan dokumen itu telah dibatasi. Hanya sekitar empat pakar konservasi yang diperbolehkan untuk menangani fragmen-fragmen naskah dan para ilmuwan juga dibatasi waktu mereka untuk mempelajari naskah ini secara langsung.

Naskah Laut Mati merupakan perkamen dan gulungan kulit, papirus, dan tembaga bertuliskan teks-teks berbahasa Ibrani, Yunani, dan Aramaik, yang ditemukan pada 1947 oleh seorang penggembala di gua Qumran, dekat Laut Mati.

Naskah ini terdiri dari 30 ribu fragmen dari 900 manuskrip, yang memuat beberapa teks kuno dari abad 3 SM hingga tahun 70 M. Di antaranya memuat teks injil, dan salah satu yang tertua adalah salinan teks Sepuluh Titah Tuhan (Ten Commandments). 

Ia mengungkapkan perkembangan Yudaisme dari periode Hellenistic dan persinggungannya dengan sejarah awal Kristen. Melalui proyek ini, diharapkan gambar pertama naskah ini sudah bisa dinikmati secara online dalam beberapa bulan ke depan.

"Bila sudah online, maka gulungan naskah-naskah ini tak perlu lagi diekspos, dan setiap orang bisa melihatnya secara langsung, di kantor atau sambil duduk di atas sofa rumahnya," kata Shor. (ar/vs/ok/wtn) www.suaramedia.com

Penampakkan Yesus terekam oleh Google


BERN (Berita SuaraMedia) - Fenomena aneh dan langka berhasil direkam olehGoogle Street View Layanan pencitraan digital tersebut menangkap gambar yang diklaim sebagai penampakan Tuhan.

Gambar yang berbentuk bayang-bayang tersebut nampak menggantung di udara, tepat di sebuah danau di Quarten, Swiss. Pertama kali gambar 'Tuhan' ini dipublikasikan oleh Gawker. Demikian yang dilansir Sydney Morning Herald.

Meskipun gambar yang ditemukan oleh blog Gawker diklaim sebagai Tuhan, namun banyak juga yang meyakini kalau gambar tersebut adalah hasil dari beberapa jenis distorsi cahaya atau flare lensa.

"Apakah bayangan itu seperti sesuatu pada lensa kamera atau memang ada penampakan Tuhan? Bisa jadi Tuhan itu merupakan sejenis kosmik metafisik," tulis sang empunya blog.

Tidak hanya sekali ini saja, Google Street View sempat menangkap banyak gambar aneh selama beberapa tahun terakhir.
Sebagian besar telah melibatkan orang-orang yang nyata melakukan sesuatu yang tidak biasa, seperti tidur di selokan, penampakan Yesus, UFO berbentuk tang besar.
Yang paling mengejutkan ini adalah penemuan terbaru dari mayat yang ditangkap oleh kamera Street View di Brasil.

Pada tahun 2006 spotters Google Earth melaporkan adanya penemuan mobil terbang di Perth dan tidak lama setelah itu, sebuah lanskap buatan manusia yang tidak biasa di daerah terpencil China ditemukan. Google sendiri menolak mengomentari penampakan Tuhan di danau Swiss itu. (ar/ok/tmp/km) www.suaramedia.com

Foto / wajah Yesus yang asli Terungkap.


rekonstruksi-3d-wajah-yesus-tb.jpg
Dengan menggunakan teknologi mutakhir berupa software 3D terkenal Shroud of Turin, sebuah tim computer artists (seniman grafis) telah menyingkap apa yang mereka sebut sebagai potret yang sangat mungkin mendekati wajah sejati Yesus.
History Channel akan mengungkapkan image tersebut – termasuk proses teknis yang dilakukan dengan telaten untuk menemukannya – malam ini pukul 9 pm ET dalam acara spesial bertajuk “The Real Face of Jesus?”.
Pemirsa harus bersiap-siap: Hasil yang dicapai melalui konvergensi sains dan agama kemungkinan tidak menyerupai gambaran Yesus yang selama ini populer.
Memang tidak mungkin untuk mengetahui seberapa dekat gambar-gambar yang dihasilkan dengan komputer sesuai dengan kenyataan, tapi mungkin hal tersebut akan menjadi sesuatu yang sangat menarik, baik bagi kalangan umat beriman mau pun orang yang ingin tahu.

Natal, perlukah dirayakan?

Perlukah Merayakan Natal?
Monday, 20 December 2010
"Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah
lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai
seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama
dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: "Kemuliaan bagi Allah di tempat
yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." (Lukas 2 : 10 - 14, TBLAI,
warna merah adalah tambahan penulis)
Dalam minggu ini, penulis menerima undangan untuk hadir pada 'Perayaan Natal' keluarga besar Lembaga Alkitab
Indonesia pada tanggal 16 Desember 2009 di Jakarta, sebuah kesempatan yang indah untuk berbagi kesukacitaan
dengan keluarga besar pencinta LAI. Dibalik itu mungkin ada yang mempertanyakan: "Mengapa tidak diadakan pada
tanggal 25 Desember?" namun sebaliknya orang juga bisa mempertanyakan: "Mengapa harus tanggal 25 Desember?"
Jawabannya: "Dalam hubungan dengan 'hari Natal,' umat kristen tidak merayakan 'hari'nya tetapi 'Natal'nya." (Natal
[latin: lahir] artinya berhubungan dengan kelahiran dan 'Hari Lahir' dalam bahasa latin disebut 'Dies Natalis,' dan dalam
dalam hubungan dengan Natal Yesus maksudnya 'kenangan akan kelahiran Yesus, Juruselamat, Kristus Tuhan')
Pernah seorang teolog bernama Bruno Baur menolak bahwa Yesus pernah hidup di dunia, dan kelompok teolog modern
dan Jesus Seminar menolak ke'Tuhan'annya, namun umat Kristen dan orang-orang pada umumnya mengakui bahwa
memang benar bahwa 'Yesus pernah hidup di Yudea pada abad pertama dan lahir di Betlehem, namun kapan kelahiran
itu terjadi?'
Peristiwa Natal pertama tercatat jelas dalam Kitab Injil Matius (1:18-2:11) dan Lukas (2:1-20), peristiwa mana terjadi
ketika kaisar Romawi Agustus mengeluarkan perintah sensus dimana penduduk harus mendaftar ulang di tempat asal
kelahiran mereka. Dari sejarah kita mengetahui bahwa kaisar Agustus memerintah sekitar tahun 30SM - 14M. Namun,
kapan waktunya ia mengadakan sensus itu?
Dari data Alkitab tersirat bahwa pada waktu Yesus dilahirkan, Yudea diperintah oleh raja Herodes Agung (37 - 4SM)
yang kejam bahkan kita melihat kekejaman itu pada waktu ia membunuh bayi-bayi di Betlehem (Mat.2:16-18). Dari data
ini kita dapat mengetahui bahwa waktunya tidak lebih lambat dari tahun 4SM, dan karena Herodes meninggal tidak lama
setelah kelahiran Yesus, maka kemungkinan Yesus lahir antara tahun 6 - 4SM. (Menarik mengetahui bahwa pada
dasawarsa pertama SM komit Haley diperkirakan melintas di Palestina. Menurut catatan Josephus, komit Haley yang
bersiklus 7o-an tahun sekali itu pada tahun 64M melintas diatas Jerusalem).
Sekarang, pada bulan apa Yesus dilahirkan? Benarkah seperti yang dikatakan tradisi gereja yang menyebut tanggal 25
Desember? Kelihatannya bulan dan tanggal itu tidak tepat, soalnya pada bulan Desember - Januari, di Palestina,
iklimnya cukup dingin dengan beberapa tempat bersalju, sehingga agaknya tidak mungkin ada bintang terang di langit
dan para gembala bisa berada di padang Efrata dalam keadaan musim demikian (Luk.2:8), demikian juga tentunya
kaisar Agustus tidak akan mengeluarkan kebijakan sensus dan menyuruh penduduk Yudea melakukan perjalanan jauh
dalam suasana dingin yang mencekam sehingga Maria yang hamil tua mesti melakukannya.
Ada pendapat selain bulan Desember itu yang mengemukakan bahwa kemungkinan Yesus dilahirkan pada bulan Juni
karena iklimnya menunjang, ada juga yang mengemukakan bahwa 'Yesus dilahirkan di bulan Tishri' (September -
Oktober) yaitu pada hari Raya Pondok Daun, dimana iklimnya masih menunjang. Argumentasi ini didasarkan waktu
penugasan Zakharia masuk ke Bait Allah adalah sekitar bulan Siwan (Mei - Juni) dan dengan memperhitungkan lama
kandungan Elizabeth dan Maria, maka diperkirakan kelahiran Yesus terjadi pada sekitar Hari Raya Pondok Daun. Lalu
mengapa diadakan pada tanggal 25 Desember?
Umat Kristen abad pertama tidak merayakan hari Natal, bagi mereka kekristenan berpusat pada rangkaian hari
kematian, didahului dengan perjamuan malam dengan puncak kebangkitan Tuhan Yesus Kristus pada hari yang ketiga
yang dikenal sebagai hari Paskah, dan ini dikenang dengan pertemuan perjamuan dengan makan roti dan anggur
bahkan tiap hari terutama pada hari pertama dalam minggu dimana para-murid biasa berkumpul. Sejak abad-3 gereja
Timur (Orthodox) merayakan hari 'Epifani' (manisfestasi) pada tanggal 6 Januari untuk merayakan hari pembaptisan
Yesus di sungai Yordan yang sekaligus mencakup peringatan akan kelahiran-Nya. Perayaan Epifani masih dirayakan
gereja Timur hingga kini dengan memberkati air baptisan dan sungai Yordan. Di gereja Barat, hari Epifani juga dirayakan
untuk mengingat kunjungan para Majus, dan sejak abad-4 untuk mengenang peristiwa sekitar manifestasi kelahiran
Yesus di Betlehem.
Pada tahun 274, di Roma dimulai perayaan hari kelahiran Matahari pada tanggal 25 Desember sebagai penutup festival
saturnalia (17-24 Desember) karena diakhir musim salju Matahari mulai menampakkan sinarnya pada hari itu.
Menghadapi perayaan kafir itu, umat Kristen umumnya meninggalkannya dan tidak lagi mengikuti upacara itu, namun
dengan adanya kristenisasi masal di masa Konstantin, banyak orang Kristen Roma masih merayakannya sekalipun
sudah mengikuti agama Kristen. Kenyataan ini mendorong pimpinan gereja di Roma mengganti hari perayaan 'kelahiran
Matahari' itu menjadi perayaan 'kelahiran Matahari Kebenaran' dengan maksud mengalihkan umat Kristen dari ibadat
Kumpulan Kotbah
http://www.kumpulankotbah.com Generated: 22 January, 2011, 01:18
kafir pada tanggal itu dan kemudian menggantinya menjadi perayaan 'Natal, mengenang kelahiran Yesus.' Pada tahun
336, perayaan Natal mulai dirayakan tanggal 25 Desember sebagai pengganti tanggal 6 Januari. Ketentuan ini
diresmikan kaisar Konstantin yang saat itu dijadikan lambang raja Kristen. Perayaan Natal pada tanggal 25 Desember
kemudian dirayakan di Anthiokia (375), Konstantinopel (380), Alexandria (430), dan menyebar ke tempat-tempat lain.
Dari kenyataan sejarah tersebut kita mengetahui bahwa 'Natal bagi umat Kristen bukanlah perayaan hari Matahari tetapi
pengganti perayaan Hari Matahari,' yaitu usaha pimpinan gereja untuk mengalihkan umat kristen Roma dari hari
Matahari kepada Tuhan Yesus Kristus dengan cara menggeser tanggal 6 Januari menjadi 25 Desember, dengan
maksud agar umat Kristen tidak lagi mengikuti upacara kekafiran. Masa kini umat Kristen tidak ada yang mengkaitkan
hari Natal dengan hari Matahari, dan tanggal 25 Desember pun tidak mengikat, sebab setidaknya umat Kristen secara
umum merayakan hari Natal pada salah satu hari di bulan Desember sampai Januari demi keseragaman seperti
perayaan Natal LAI yang diadakan tanggal 16 Desember itu.
Memang harus diakui, bahwa ada pengaruh tradisi budaya kafir atas 'perayaan' Natal di gereja Barat (yang kemudian
menjadi Roma Katolik) yaitu misalnya perayaan Natal dicampur-baurkan dengan perayaan figur 'Santo Nicholas'
seorang uskup yang saleh pada abad XI yang senang membagi-bagikan hadiah kepada anak-anak. Santo Nocholas di
negeri Belanda dirayakan sebagai 'Sinterklaas' (yang naik kuda dengan pelayannya yang berkulit hitam) pada tanggal 5
Desember, sedangkan di Amerika dirayakan sebagai 'Santa Claus' pada tanggal 25 Desember. Figur Santa Claus
kemudian dicampur-adukkan dengan 'dewa 'Odin' Norwegia' yang menaiki kereta salju ditarik oleh rusa kutub (reindeer)
yang bisa terbang.
Pada abad XIII Franciscus dari Azisi memperkenalkan 'creche' yaitu replika kandang dan ternak yang dihiasi pula
dengan figur Yusuf dan Maria dengan palungan tempat bayi Yesus diletakkan dan dihadiri para gembala dan orang
Majus, ini kemudian menjadi hiasan Natal yang diletakkan dibawah pohon Natal. Penggunaan Pohon Natal (sejak abad
XVI) melambangkan 'kekekalan' mengingat pohon den (cemara) tahan menghadapi empat cuaca, pohon ini biasa dihiasi
lilin/lampu mengenang indahnya pemandangan dimusim salju dimana orang melihat kerlap-kerlip lampu-lampu rumah
penduduk dibalik dahan/ranting pohon yang tetap hijau dipadang bersalju.
Yang harus di'demitologisasikan dari perayaan Natal' bukanlah 'kenangan Natal Yesus' melainkan ornamen kafir yang
mengiringi perayaannya seperti 'prasangka hari matahari' dan 'ilustrasi Santa Claus dengan kereta salju terbangnya,'
dengan demikian kita tidak mengorbankan tubuh perayaan kenangan kelahiran Yesus yang begitu luhur hanya karena
kita berprasangka dengan baju perayaan Natal yang sobek yang ada tambalannya. Tidak ada upacara agama manapun
yang sama sekali steril dari pengaruh tradisi budaya/agama.
Setiap orang secara pribadi dapat merayakan Natal pada 'hari' yang disukainya (idealnya setiap hari merayakannya!),
hanya bila ingin merayakan secara kelompok (di gereja/persekutuan) tentu perlu konsensus mengenai tanggal yang
dipilih bersama agar seragam, sebab bila masing-masing merayakan pada tanggal kesukaannya sendiri misalnya pada
bulan Juni atau bulan Tishri, siapa ikut menghadirinya? Justru dengan mencari-cari tanggal yang tepat seseorang
terjebak tradisi kafir yang menentukan satu hari lebih dari hari lainnya (Gal.4:9-11). Bagi seorang yang dewasa dalam
iman, hari yang mana bukan syarat karena itu hanyalah kulit/permukaan ritual saja, tetapi yang penting adalah 'hakekat'
sukacita Natal 'Kelahiran Tuhan Yesus Kristus,' karena itulah inti Natal yang seharusnya kita kenang dalam persekutuan
kasih Natal. Biasanya umat kristen merayakan di gereja pada salah satu hari di bulan Desember sedangkan persekutuan
kristen biasanya pada hari-hari di bulan Januari, namun kalau sesudah bulan itu rasanya kadaluwarsa bukan?
Ibu mertua penulis lahir pada tahun 1917 dan masih hidup sampai sekarang dan tinggal bersama kami. Mengenai
tanggal dan bulan kelahirannya sudah terlupakan, tetapi kami mengambil hari pernikahannya yaitu bulan Februari yang
catatan surat nikahnya masih ada untuk mengenang hari kelahirannya, dan si'ibu' setiap tahun bisa bersuka-cita
merayakan pertambahan umurnya bersama anak, cucu, dan buyut dengan makan bersama di rumah. Betapa indahnya
pertemuan keluarga empat generasi demikian!
Akhirnya, . . .
"Merayakan 'Natal' adalah baik dan perlu, dimana ada saat diakhir tahun dimana kita bersyukur mengenang kelahiran
'Yesus Kristus, sang Juruselamat dunia' yang telah lahir 20 abad silam, dimana kita sekaligus dapat 'memuji dan
memuliakan Allah' yang telah mendatangkan 'kesukaan besar bagi seluruh bangsa' dan 'damai sejahtera di bumi'
bersama dengan umat di gereja/persekutuan. Kabar baik (evangelion) yang seharusnya kita beritakan ke seluruh
penjuru dunia."
Salam kasih Natal keluarga www.yabina.org.
Kumpulan Kotbah
http://

Jumat, 21 Januari 2011

gereja yang benar sesuai alkitab

Beratus-ratus gereja di permukaan bumi ini, memiliki ajaran yang berbeda-beda serta masing-masing menganggap dirinya sebagai Gereja Allah di atas dunia ini. Untuk membuktikan kebenaran Gereja Allah itu, haruslah kita mencarinya di dalam Alkitab sendiri. Sehingga kita dapat mengetahui ciri-ciri gereja Allah yang benar itu.

1. Gereja Allah yang benar tentunya punya standar Hukum untuk dijalankan.
10 Hukum Allah dari dulu sampai sekarang masih tetap harus dijalankan, karena sebenarnya itulah Karakter Allah sendiri yang dinyatakan di dalam Hukum Itu. Keluaran 20:3-17 adalah sepuluh Perintah atau 10 Hukum Allah yang sampai sekarang harus menjadi pedoman. Di dalam Perjanjian Baru ditegaskan bahwa 1 dari 10 Hukum jika tidak dilaksanakan, maka sama saja melanggar seluruh Hukum itu (Yakobus 2:10). Hukum Allah ini tidak akan pernah berubah sampai kiamat dunia ini (Matius 5:17-19).


Lebih lanjut tentang: Manakah Gereja Yang Benar?

Apa itu dosa yang tidak dapat diampuni?

Perbuatan yang termasuk dosa adalah pelanggaran akan Hukum Tuhan. Setiap dosa yang diakui, tentu akan diampuni oleh Tuhan apalagi kita bertobat.

Di dalam Alkitab ada pengertian dosa yang tidak dapat diampuni, dan itu menjadi dua bagian besar.

1. seorang yang sudah mengetahui ajaran dan Hukum Tuhan, lalu dalam kehidupannya justru bertentangan dengan apa yang diketahui (melakukan kejahatan/dosa). Bahkan tegoran/nasehat Roh Kudus sudah tidak digubris lagi, dan menganggap dosa yang dilakukan adalah hal biasa. Sehingga pada satu waktu dosa yang dilakukan bukan dianggap dosa lagi. Hal inilah yang dimaksud dengan dosa yang tidak dapat diampuni.

Lebih lanjut tentang: Dosa yang tidak dapat diampuni

Trinitas juga ada di dalam Ka'abah di Mekkah

Kaget juga, ketika pertama kali mendengar bahwa memang ada Trinitas/Tritunggal di dalam Ka'abah di Mekkah. Ya, itulah yang akan terjadi jika saja kaum Muslim yang selama ini tidak mengakui bahwa Tuhan itu tiga tapi satu.

Istilah Tritunggal/Trinitas biasanya ada dalam istilah umat Kristen, yang menganggap bahwa Tuhan itu ada 3 oknum tetapi satu sifat dan karakter serta tujuannya. Bagaimana dengan istilah Trituggal/Trinitas dalam Ka'abah di Mekkah itu?


Lebih lanjut tentang: Trinitas di dalam Ka'abah di Mekkah

Dosa dan maksudnya

Dosa dan Fakta
Tidak menyadari adanya bahaya merupakan bahaya yang lebih besar daripada bahaya itu sendiri. Demikian juga
kemasabodohan dan kesalahmengertian mengenai dosa adalah berbahaya seperti dosa itu sendiri.
Tuhan tidak membagi manusia ke dalam 2 kategori ketika Ia berkata, “Aku datang bukan untuk memanggil yang
benar, tapi yang berdosa untuk bertobat.” Ini hanya sebuah ironi untuk orang berdosa yang tidak sadar akan
keadaan mereka yang berdosa itu. Alkitab mengajar dengan jelas bahwa dosa adalah fakta yang dibukakan oleh Allah
yang benar kepada manusia yang berdosa. Namun kesulitannya terletak pada bagaimana orang berdosa dapat mengerti
dengan tepat akan keberdosaannya. Karena dosa juga telah merusak pada aspek pengertian manusia. Itulah alasan
mengapa Alkitab terus menerus mengajarkan bahwa satu-satunya jalan untuk menjadi sadar mengenai dosa manusia
adalah melalui iluminasi Roh Kudus.
Sejak zaman Renaisance pandangan dunia yang anthroposentris mengenai manusia alami telah mencoba untuk
mengintepretasikan ‘Allah’ dan ‘jiwa’ melalui diri manusia sendiri yang berdosa sebagai titik
pusat dari alam semesta. Dengan menjunjung tinggi rasio sebagai alat mutlak untuk menemukan kebenaran dan
menganggap natur sebagai tujuan akhir dari hasil yang dicapai untuk memecahkan semua problem manusia. Tapi
sejarah menyatakan kesaksian yang jujur mengenai kegagalan manusia. Di bawah segala pencapaian hasil dangkal
dalam ilmu pengetahuan, ekonomi, politik, pendidikan, psikologi, filsafat, dan bahkan agama, ada penyebab, yang nyata
dan konsisten, dari ketidakseimbangan dan masalah-masalah. Lingkungan kita padat dengan jiwa-jiwa yang kosong
sementara berlimpah materi, penuh kekuatiran akan perang sementara pembicaraan mengenai perdamaian tidak
berhenti, penuh dengan ketidakamanan sementara dihasilkan senjata-senjata yang tercanggih. Bertambahnya angka
bunuh diri sementara tersedia alat kehidupan yang lebih baik; kehancuran keluarga meningkat sementara kebebasan
sex dan percintaan makin meluas. Kita sedang bermimpi dari Renaisance sampai abad 20 mengenai otonomi manusia
yang lepas dari campur tangan Allah. Khususnya sejak abad 19, begitu banyak ideologi yang muncul untuk menciptakan
satu optimisme modern yang naif, termasuk theologi liberal, evolusionisme dan komunisme. Semua ini gugur pada
perang-perang yang menakutkan dalam abad 20. Demikian juga dengan revolusi internasional, politik, komunisme dan
politik nasional, dan filsafat eksistentialisme. Semua mencoba untuk memecahkan persoalan manusia tapi sekarang kita
tetap hidup dalam situasi kacau, tanpa tahu ke mana tujuan sejarah ini. Bagi zaman ini masalah intinya adalah mencari
identitas manusia. Kita tetap berjuang untuk demokrasi, kebebasan, keadilan dan hak-hak manusia. Tidakkah ini tetap
mengatakan kepada kita bahwa dosa dan keterhilangan adalah fakta yang tidak dapat disangkal? Tidak heran kalau Karl
Barth berjuang melawan 2 profesor liberalnya, Adolf von Harnack dan William Hermann, yang mengajarkan
persaudaraan umat manusia pada satu sisi, dan di sisi yang lain menyetujui invansi Jerman. Tidak heran bila pemimpin
liberal Dr. Fosdick harus mengakui bahwa kaum liberal telah mengabaikan pengajaran atas dosa, yang begitu konkrit,
dan kaum konservatif lebih mengerti akan hal ini. Tidak heran bila Niebuhr harus menekankan kembali kepada
pengajaran yang alkitabiah untuk mengerti dosa seperti yang dinyatakan oleh perang dunia, dalam bukunya The Nature
and Destiny of Man. Ini juga menjadi alasan yang sama mengapa Tillich menulis dalam buku hariannya, dalam
khotbahnya – untuk kaum militer dalam perang dunia yang pertama, “Saya tidak melihat kehancuran dari
gedung-gedung dihadapanku, tapi kehancuran dari kebudayaan.” Kebudayaan kita tampaknya mati, bahkan
Rusia dan Tiongkok setelah kemenangan mereka atas sistem politik yang lama dan setelah menjalankan komunisme
untuk beberapa dekade, para pemimpin mereka merasa pentingnya suatu pembaharuan. Mereka tetap menghadapi
banyak kesulitan untuk berjuang melawan diri sendiri.
Konsep yang Salah Mengenai Dosa
Kumpulan Kotbah
http://www.kumpulankotbah.com Generated: 21 January, 2011, 05:54
Meskipun manusia mencoba untuk lari dari fakta dosa, menawarkan dan menafsirkan ulang, manusia tetap tidak akan
pernah dapat melarikan diri dari pernyataan Allah mengenai dosa dalam Alkitab. Alkitab mengajarkan dengan jelas
bahwa dosa dimulai dari sejarah kejatuhan Adam, manusia pertama dan wakil dari umat manusia, dan kemudian
memasuki dunia. Sebelum kita berpikir mengenai pengertian dosa, pertama mari kita melihat konsep yang keliru
mengenai dosa.
Pertama, Alkitab tidak memberikan satu tempatpun bagi konsep pra-eksistansi kekal dari dosa. Dosa bukan suatu
keberadaan kekal yang ada dengan sendirinya. Juga dosa maupun kejahatan bukan realitas yang berdiri sendiri.
Demikian juga Iblis dan kuasa-kuasa kejahatan. Tidak ada apapun dan siapapun, hanya Allah sendiri yang ada dengan
sendirinya dan merupakan realitas yang kekal. Hanya Allah yang tanpa awal dan akhir. Alkitab langsung menolak
ontologi dualisme dalam agama.
Kedua, Alkitab tidak memberikan tempat bagi konsep bahwa dosa diciptakan atau sumber dari kejahatan. Kata
"kejahatan" dalam Yesaya 45:7 (dalam terjemahan versi King James) harus dimengerti sebagai hukuman Allah dalam
sejarah, sebagai manifestasi dari kebenaran dan pemerintahan-Nya kepada dunia yang berdosa, tapi bukan kejahatan
secara ontologi ataupun moral.
Ketiga, Alkitab tidak memberikan tempat untuk Allah dipandang bertanggung jawab atas dosa. Mengenai hal ini, satu hal
yang dapat kita lihat dari Alkitab adalah satu izin yang misterius untuk munculnya kejahatan sebagai akibat dari salah
penggunaan akan kebebasan yang diciptakan di dalam makhluk-makhluk rohani, yang juga menjadi aspek dari gambar
dan rupa Allah dan juga menjadi fondasi penting bagi moralitas, tetapi yang harus dipertanggungjawabkan pada keadilan
dan penghakiman Allah.
Maka dosa muncul dari ciptaan sendiri. Sebagai ciptaan dari yang dicipta untuk melawan Pencipta mereka. Dalam hal
ini, Yesus berkata, “Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan
bapa segala dusta.” (Yohanes 8:44).
Apakah Dosa Itu?
Sekarang kita memikirkan tentang dosa. Alkitab mengajarkan bahwa dosa lebih dari s

Bangkit dari kematian

Pemuja Setan Terima Kristus
Wednesday, 23 June 2010
Pada waktu itu aku bertugas di UGD (Unit Gawat Darurat). Seorang pria berusia 35 tahun, bernama Bob, dibawa masuk
ke UGD dari sebuah rumah sakit yang lebih kecil di luar kota. Disana dia telah dirawat selama satu minggu. Dia tiba-tiba
merasa sakit dan demam tinggi. Dokter-dokternya tidak dapat menemukan penyebabnya.
Saat aku memeriksanya ketika dia dibawa masuk, aku tidak dapat menemukan penyebab penyakitnya juga, namun
kelihatan jelas bahwa Bob amat sakit. Saat kami mulai mengadakan tes, dan meminta spesialis lain memeriksanya juga,
aku mulai berdoa sungguh-sungguh kepada Tuhan dan memintaNya untuk menunjukkan kepadaku apa yang
sesungguhnya telah terjadi dengan pasien ini.
Keesokan harinya, tiba-tiba dia melompat dari tempat tidurnya sambil berkata bahwa dia akan meninggalkan rumah sakit
saat ini juga, sebab jika tidak, dia akan dibunuh. Tidak ada yang bisa mencegahnya. Akhirnya, dokter pribadinya
menyuruh Bob untuk ditahan selama 72 jam di rumah sakit.
Ketika perintah itu dilaksanakan, tiba-tiba Bob melompat dan berbaring di tempat tidur sambil menatap ke atas (langitlangit)
dan berbicara secara tidak jelas. Tidak bereaksi juga terhadap berbagai macam rangsangan. Dia tetap dalam
kondisi seperti itu selama dua hari lebih dan kondisi fisiknya pun makin menurun.
Akhirnya pada hari ketiga ketika aku mau masuk kerja pada waktu pagi, Tuhan berkata kepadaku, bahwa Bob
sebenarnya adalah seorang "pendeta kepala" (Kelompok Pemuja Setan/Gereja Setan) di sebuah kota yang berdekatan.
Penyakitnya adalah dari iblis, sebagai hukuman baginya, karena Bob telah menjengkelkan iblis dalam sesuatu hal.
Bob ingin meninggalkan rumah sakit pada waktu lalu sebenarnya adalah karena dia telah berhadapan dengan kuasa
iblis yang telah "dikirim" oleh seorang pendeta kepala juga yang bernama Daud. Daud juga adalah seorang dokter di
Memorial Hospital. Bob tahu hal itu bahwa dalam kondisinya yang lemah ini, dia tidak mempunyai kesempatan untuk
melawan Daud.
Kemudian Tuhan berkata kepadaku untuk pergi dan mengikat setan-setan yang bernama Mind Binding (Pengikat
Pikiran) dan Confusion (Kebingungan), lalu mengatakan kepada Bob bahwa aku tahu tahu siapa dia sebenarnya dan
apakah yang sedang terjadi, serta mengabarkan injil kepadanya.
Dengan sangat berharap bahwa aku telah mendengar suara Tuhan dengan benar, aku pergi untuk bekerja bagi-Nya
pagi itu.
Waktu aku masuk ke kamar Bob pagi itu, aku harus yakin bahwa tidak ada orang lain di dalam kamar itu, lalu menutup
pintu. Lalu aku mencoba membuat Bob untuk bereaksi, namun gagal. Dia tetap menggumamkan kata-kata yang tidak
karuan. Kemudian sambil menaruh tanganku di sisi tempat tidurnya, aku berkata: "Engkau, setan Mind-Binding dan
Confusion, Tuhanku Yesus telah mengutus aku untuk mengikatmu, dan sekarang aku melakukannya dalam nama Yesus
Kristus; engkau tidak boleh lagi merasuki orang ini."
Akibatnya sungguh dramatis. Dengan segera Bob berhenti bergumam dan dia memutar kepalanya serta memandang ke
arahku, benar-benar dengan pikiran yang jelas. "Selamat pagi." katanya, "Apakah engkau menginginkan sesuatu?"
"Ya, aku mempunyai pesan untukmu dari Allah Yang Maha Tinggi." Aku harus mengatakan kepadanya apa saja yang
telah dikatakan Tuhan kepadaku. Kemudian dengan singkat aku menyampaikan Injil kepadanya.
"Bob, engkau harus menyadari bahwa harapanmu satu-satunya adalah YESUS. Iblis memutuskan untuk membunuhmu;
untuk melanjutkan melayaninya hanya akan menghancurkan engkau, dan yang lebih buruk lagi, engkau akan berada di
neraka selamanya."
Dia melihat ke arahku dengan pura-pura terkejut. "Siapakah engkau ?! Engkau gila! Aku tidak tahu apa yang sedang
engkau katakan!"
Aku menjawabnya,"Oh ya, engkau tahu, Allahku tidak pernah berbohong."
Dia berkata,"Oh pergi, aku tidak berurusan dengan Yesus!" Lalu aku berkata,"Terserahlah, itu pilihanmu."
Setelah berkata itu, aku meninggalkan kamarnya. Sejak saat itu Bob tetap dalam keadaan sadar dalam pikirannya.
Kemudian aku terus berpuasa dan berdoa sungguh-sungguh buat Bob, meminta agar Tuhan memberinya paling tidak
satu kesempatan lagi.
Empat hari kemudian, Bob sudah sekarat. Ginjalnya sudah berhenti bekerja dua hari sebelumnya, hatinya sukar bekerja,
dia mengalami serangan jantung dan paru-parunya terisi air. Tekanan darahnya begitu rendah sehingga dia harus
Kumpulan Kotbah
http://www.kumpulankotbah.com Generated: 21 January, 2011, 04:55
diobati melalui pembuluh darahnya, supaya tekanan darahnya tetap normal. Aku tahu bahwa dalam waktu singkat dia
perlu dibantu dengan mesin pernapasan. Dia terus-menerus merasa sakit yang tidak bisa kami kendalikan. Kemudian
Tuhan berbicara kepadaku, supaya memberitakan Injil kepada Bob sekali lagi.
Seperti sebelumnya, aku harus yakin bahwa aku sendirian di dalam kamarnya. "Bob, engkau sedang sekarat! Tidakkah
engkau menyadari hal itu? Tidakkah engkau pikir bahwa engkau harus jujur kepadaku?"
"Ya, mungkin kau benar."
"Apakah engkau ingat percakapan empat hari yang lalu?"
"Ya, masih ingat dengan baik. Engkau benar, aku seorang pendeta kepala, dan aku benar-benar ingin pergi karena
Daud akan membunuhku."
"Bob, engkau harus tahu bahwa harapanmu satu-satunya adalah YESUS. Tidak inginkah engkau minta kepadaNya
supaya mengampunimu dan menjadi Tuhanmu?"
"Ya, namun kukira aku tidak diizinkan untuk melakukan hal itu"
"Mengapa?"
"Karena iblis sedang berdiri di sini."
Bob menunjuk dengan tangannya ke arah yang berlawanan dengan tempat di mana aku berdiri. Aku tidak dapat melihat
apa pun, namun rohku merasakan kehadirannya.
"Tidak, Tuhan telah mengikatnya. Apakah engkau memerlukan tanda?" (Tuhan telah mengatakan kepadaku bahwa aku
dapat mengusir setan yang menyebabkan rasa sakit sebagai tanda bahwa apa yang sedang kukatakan adalah benar;
dengan keluarnya setan itu, akan segera melepaskannya dari rasa sakit)
"Tidak, dengan kenyataan bahwa engkau cukup gila berani masuk ke sini sudah merupakan merupakan bukti bagiku."
Kemudian dengan air mata yang mengalir di wajahnya, dia memegang tanganku dan dengan suara gemetar dia
memohon supaya Yesus mengampuninya dan menjadi Tuhannya. Lalu dia menoleh ke arah pinggir tempat tidurnya dan
mengatakan langsung kepada iblis, bahwa dia tidak lagi melayaninya, tidak peduli apapun yang terjadi.
Dengan pimpinan Tuhan, aku mengusir keluar dari dirinya beberapa roh jahat yang menyebabkan sakit, demam, ginjal
tidak berfungsi, dsb. Kemudian rasa sakitnya hilang dengan segera dan dia merasakan bebas dari sakit untuk pertama
kalinya dalam beberapa hari ini.
Selama dua jam dia bebas dari obat tekanan darahnya. Setelah dua hari berikutnya, dia keluar dari UGD, dan setelah
dua minggu kurang, dia sudah keluar dari rumah sakit dengan SEHAT.
Pencuri (setan) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; AKU (Yesus) datang, supaya mereka
mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yohanes 10:10)
(Rebecca Brown, MD)

Kristen dan Islam dalam pertikaian

Masa Depan Muslim-Kristen di Timteng
Tuesday, 04 January 2011
KOMPAS.com — Berbagai serangan terhadap kaum Kristiani di Irak dan Mesir terakhir ini menimbulkan
pertanyaan kembali tentang masa depan hubungan Muslim-Kristen di Timur Tengah.
Sabtu (1/1/2011) dini hari sebuah bom mobil meledak di depan sebuah gereja di kota Pantai Alexandria (225 kilometer
utara Kairo). Peristiwa itu menewaskan 21 orang dan sekitar 100 orang luka-luka.
Pada 31 Oktober 2010 jaringan Al Qaeda di Irak mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap gereja di
Baghdad yang menewaskan 46 kaum Kristiani.
Gelombang kekerasan di Irak itu kini memaksa ribuan kaum Kristiani Irak lari ke Jordania, Suriah, dan Lebanon.
Menurut lembaga hak asasi manusia Hammurabi di Baghdad, seperti dikutip harian berbahasa Arab Asharq Al-Awsat,
jumlah kaum Kristen di Irak berkurang 60 persen dari jumlah tahun 2003 yang sekitar 1,3 juta jiwa saat itu.
Di Lebanon, peperangan dan ketegangan politik yang senantiasa melanda negeri tersebut memaksa pula banyak kaum
Kristiani Lebanon hijrah ke negara-negara Barat, seperti AS, Kanada, Australia, dan Eropa.
Sepertinya telah terjadi keretakan hubungan sosial di antara penganut agama, mazhab, atau sekte di Timur Tengah.
Padahal, jasa besar kaum Kristiani Arab terhadap kebangkitan budaya, bahasa, dan nasionalisme Arab tidak diragukan
lagi. Kaum Kristiani di wilayah Sham (Suriah, Lebanon, Palestina, dan Jordania) serta Irak adalah penduduk asli wilayah
tersebut. Mereka pemilik budaya Arab setempat sebelum Islam masuk wilayah Sham dan Irak.
Ketika Islam masuk wilayah Sham pada era Khalifah Umar Bin Khattab (634-644 M), bahasa dan budaya yang
menyatukan kaum Muslim dan Kristiani sehingga bisa hidup harmonis dan bersinergi berabad-abad.
Kaum Kristen Koptik di Mesir adalah penduduk asli Mesir sebelum Islam masuk wilayah itu.
Ketika Islam masuk wilayah Mesir pada era Khalifah Umar bin Khattab, kaum Kristen Koptik tidak serta-merta bersinergi
dengan kaum Arab Muslim. Butuh proses berabad-abad untuk melakukan ”arabisasi” kaum Kristen Koptik
sehingga akhirnya kaum Kristen Koptik mengadopsi bahasa dan budaya Arab sebagai bahasa dan budaya resminya.
Kunjungan tokoh Kristen Koptik, Makram Obeid Pasha, ke wilayah Sham tahun 1930-an dan berpidato dengan bahasa
Arab di Damaskus, Beirut, dan Palestina untuk menunjukkan, kaum Kristen Koptik bagian integral dari kaum Arab
Kristen.
Budaya dan bahasa itulah yang menjadi pijakan lahirnya nasionalisme Arab yang kemudian menjadi tali penyatu kaum
Muslim dan Kristen di Timteng.
Tali nasionalisme Arab itu semakin kuat ketika muncul tantangan zionisme yang melahirkan negara Israel pada 1948.
Kaum Arab Muslim dan Kristen berjuang bahu-membahu menghadapi zionis. Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser,
misalnya, berjasa menempa kaum Kristen Koptik menganut ideologi nasionalisme Arab yang sangat anti-zionis. Tokoh
Kristen Arab di Sham, Michel Aflag, adalah arsitek berdirinya partai Baath yang mengusung ideologi nasionalisme dan
sosialisme Arab.
Apakah gejala kaum Kristen menjadi sasaran kekerasan di Timteng terakhir ini pertanda lemahnya nasionalisme Arab
ditelan gelombang radikalisme?
Tampaknya harus lahir lagi pemimpin sekelas Gamal Abdel Nasser dan Hafez Assad (murid Michel Aflag) yang
membangkitkan kembali nasionalisme Arab sebagai payung kerukunan umat beragama, dan sekaligus meredam
kelompok-kelompok pengusung paham radikal. (Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir)
Sumber:
http://internasional.kompas.com/read/2011/01/03/08043127/Masa.Depan.Muslim-Kristen.di.Timteng
Kumpulan Kotbah
http://