Daftar Blog Saya

Tampilkan postingan dengan label Archeology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Archeology. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Januari 2011

Paku penyaliban Yesus ditemukan


Paku dari Penyaliban Yesus Kristus Ditemukan???.. 




The nail thought used in crucifixions
Paku dari Penyaliban Yesus Kristus Ditemukan??? ..  Sebuah paku dari masa sekitar penyaliban Yesus ditemukan di sebuah benteng terpencil yang diyakini merupakan tempat yang pernah ditinggali Knights Templar (Para Kesatria Suci). Paku sepanjang empat inci itu, sebagaimana dilansir Telegraph, Selasa (2/3/2010), diduga merupakan satu dari ribuan paku yang digunakan dalam penyaliban pada masa Kekaisaran Roma. Para ahli arkeologi yakin bahwa paku itu berasal dari abad pertama atau kedua Masehi.
Paku itu ditemukan musim panas lalu dalam sebuah kotak yang dihiasi di sebuah benteng di pulau kecil di Ilheu de Pontinha, di lepas pantai Madeira, daerah otonom dalam wilayah Portugal di Samudra Atlantik. Pontinha diduga dikuasai Knights Templar, ordo keagamaan yang merupakan bagian dari pasukan Kristen yang menduduki Jerusalem selama Perang Salib pada abad ke-12.
Bryn Walters, seorang arkeolog, mengatakan, kondisi paku besi itu menunjukkan bahwa paku tersebut telah ditangani dengan perawatan sangat ekstra, seakan itu adalah sebuah relikui atau pusaka. “Paku itu berasal dari sekitar abad pertama hingga kedua,” katanya kepada Daily Mirror.
Jika sementara orang berharap permukaan paku itu berbintik dan kasar, dia mengatakan, paku yang ini permukaannya mulus. Hal itu menunjukkan bahwa banyak orang telah menangani paku itu selama berabad-abad dengan cairan asam di tangan mereka sehingga memberinya “sentuhan yang istimewa”.
Christopher Macklin dari Knights Templar Inggris mengatakan, temuan itu merupakan sesuatu yang “sangat penting”. Menurut dia, para Knights Templar awal mungkin mengira paku itu merupakan salah satu paku yang digunakan dalam penyaliban Yesus. Paku itu ditemukan bersama dengan tiga kerangka tulang dan tiga pedang. Salah satu pedang itu memiliki gambar salib Knights Templar.

Sabtu, 22 Januari 2011

Naskah Laut mati beredar di Internet


TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Naskah Laut Mati atau Dead Sea Scrolls, naskah yang disebut-sebut sebagai salah satu penemuan arkeologi terpenting dalam sejarah manusia, akan segera bisa dinikmati secara online melalui internet.

Baru-baru ini, otoritas benda antik Israel (Israel Antiquities Authority/ IAA) telah menunjuk Google untuk mendigitalisasi kumpulan naskah laut mati.

"Ini adalah penemuan terpenting di abad 20, dan kita bisa menyebarkannya dengan teknologi yang paling canggih di abad yang akan datang," kata Project Director IAA, Pnina Shor seperti diberitakan dari Discovery.com.

Konservasi terhadap manuskrip-manuskrip kuno ini memang menjadi perhatian IAA sejak lama. Perawatan yang kurang optimal serta praktek-praktek display yang dilakukan pada dekade-dekade terakhir, telah menyebabkan konsekuensi 'bencana' bagi kelestarian naskah ini, kata Shor. Oleh karenanya, IAA memutuskan untuk menyediakan rekaman gambar manuskrip yang bisa mencegah degradasi lebih lanjut. Naskah ini dikhawatirkan tak tahan lagi untuk difoto, karena paparan cahaya dan udara bisa berakibat fatal terhadap naskah-naskah itu.

Oleh karenanya proyek beranggaran US$3,5 juta (Rp 31,25 miliar) itu, akan menggunakan teknologi pencitraan multi-spektral dan pemindaian infra-merah yang dikembangkan oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) untuk menyalin naskah-naskah itu ke dalam bentuk digital dengan kualitas render terjernih.

Artefak-artefak itu sendiri kini berada di Museum Israel di Yerusalem. Saat tidak diperlihatkan, artefak itu disimpan di tempat yang gelap, serta ruang penyimpanan dengan suhu, kelembaban, dan cahaya yang dikondisikan persis seperti kondisi di tempat di mana naskah ini ditemukan.

Seluruh Naskah Laut Mati sebenarnya sudah diabadikan melalui foto sejak tahun 1950-an. Namun, akses terhadap foto-foto dan dokumen itu telah dibatasi. Hanya sekitar empat pakar konservasi yang diperbolehkan untuk menangani fragmen-fragmen naskah dan para ilmuwan juga dibatasi waktu mereka untuk mempelajari naskah ini secara langsung.

Naskah Laut Mati merupakan perkamen dan gulungan kulit, papirus, dan tembaga bertuliskan teks-teks berbahasa Ibrani, Yunani, dan Aramaik, yang ditemukan pada 1947 oleh seorang penggembala di gua Qumran, dekat Laut Mati.

Naskah ini terdiri dari 30 ribu fragmen dari 900 manuskrip, yang memuat beberapa teks kuno dari abad 3 SM hingga tahun 70 M. Di antaranya memuat teks injil, dan salah satu yang tertua adalah salinan teks Sepuluh Titah Tuhan (Ten Commandments). 

Ia mengungkapkan perkembangan Yudaisme dari periode Hellenistic dan persinggungannya dengan sejarah awal Kristen. Melalui proyek ini, diharapkan gambar pertama naskah ini sudah bisa dinikmati secara online dalam beberapa bulan ke depan.

"Bila sudah online, maka gulungan naskah-naskah ini tak perlu lagi diekspos, dan setiap orang bisa melihatnya secara langsung, di kantor atau sambil duduk di atas sofa rumahnya," kata Shor. (ar/vs/ok/wtn) www.suaramedia.com